Anjing dan kucing adalah binatang yang paling cocok dijadikan peliharaan manusia. Bahkan seringkali anjing dan kucing sudah jadi lebih dari sekedar peliharaan, mereka sudah jadi sahabat terbaik manusia.

Anjing dan kucing yang keduanya sangat antusias dalam hal makan dan minum, mengundang banyak pertanyaan tentang mekanisme cara makan mereka. Untuk soal makan, mungkin tak terlalu jadi soal. Yang jadi misteri adalah bagaimana mekanisme kedua binatang lucu tersebut untuk minum?

Hasil gambar untuk dog and cat drink together
amazon.com

Tentu mereka tak hanya sekedar mengepak-ngepakkan lidahnya ke air untuk minum. Ternyata ada cara untuk ‘mentransfer’ air dari mangkuknya, ke mulut.

Pada 2014 lalu, Sunny Jung dari Virginia Tech menggunakan kamera high-speed untuk memfilmkan anjing yang sedang meminum air dari mangkuk. Mereka lalu memeriksa hal tersebut dengan menjadikan videonya ‘slow-motion’.

Dari penemuan tersebut, anjing dan kucing membengkokkan lidahnya ke belakang hingga membentuk layaknya sendok sayur, sehingga ia bisa memasukkan air ke mulut.

Hasil gambar untuk dog and cat drink method

Karena anjing dan kucing tak memiliki pipi, mereka tak bisa menghisap layaknya manusia. Untuk ‘mendorong’ air masuk perutnya, anjing dan kucing melakukan hal ini dan dalam kecepatan normal, terlihat seperti lidah mereka ‘menampar’ air. Padahal, mereka sedang mendorong air ke tenggorokannya dalam bentuk gumpalan, dan sesegera mungkin menelannya. Semua ini terjadi begitu cepat, hanya sepersekian detik saja.

Meski sama, ada perbedaan mendasar antara mekanisme minum anjing dan kucing. Kucing jauh lebih pilih-pilih, dan lebih ‘anggun’ dalam minum. Hal ini dikarenakan kucing tidak ‘menamparkan’ lidahnya ke mangkuk air, namun dia lakukan itu dengan lemah lembut. Hal ini menjadikan kucing lebih tidak berisik dan tidak ‘muncrat’ ke mana-mana ketika ia minum.
(merdeka.com)