Ancaman itu tak akan bisa membuat Paul Charlton takut. Si Manusia Merpati ini berjanji akan terus memberi makan burung meski diancam hukuman penjara. Belum lama ini ia dikenai dendan 300 poundsterling (sekitar Rp5 juta).

Apakah denda dan ancaman itu menghentikannya? Oh, jangan harap!

“Saya akan terus melanjutkan memberi makan merpati. Saya akan pergi ke penjara sebelum memberi Anda satu sen,” ujar Paul kepada Bath Magistrates Court, Bath, Somerset, Inggris, dilaporkan Metro.co.uk.

Di pengadilan itu Paul didakwa dalam tiga kesempatan: 9 Mei, 10 Mei, dan 23 September tahun lalu. Tapi Paul langsung membantah dakwaan itu—meski pengadilan tetap menghukumnya pada 21 November di mana ia tidak hadir dalam pembacaan vonis itu.

Paul si Manusia Merpati

Usut punya usut, dakwaan itu dijatuhkan karena Paul dianggap memanfaatkan merpati-merpati yang diberinya makan itu untuk mencari uang.

Begini: mula-mula ia akan mengundang burung-burung itu, menaruh mereka di bahu, dan pundaknya. Setelah itu, ia akan membagi-bagikan gandum kepada orang-orang yang ada di situ, berharap mereka memberikan makan kepada burung-burung itu setelah menggantinya dengan sejumlah uang.

Selain itu, Paul juga dituduh membuat situasi di tempat ia memberi makan merpati-merpati itu menjadi tidak nyaman. Misalnya, membuat meja-meja kafe di sekitar kotor dan ini berimbas dan enggannya pelanggan mampir ke situ.

Paul si Manusia Merpati

“Ini telah menjadi pekerjaan saya selama empat tahun terakhir. Ini adalah cara saya membayar sewa dan tagihan-tagihan. Saya mencari nafkah dari situ,” ujarnya. “Ini matapencaharian saya, entah orang-orang menganggapnya atau tidak. Yang jelas, ini membuat mereka bahagia.”

Sekuat apa pun Paul membela diri, nyatanya ia kalah dalam persidangan. Sementara denda sebesar 300 poundsterling dibacakan, Paul ngeloyor pergi keluar pengadilan.
(intisari)