Suparto yang akrab dipanggil Parto (56) sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang rongsokan. Dalam perantauannya di Kota Makassar, Parto yang merupakan warga pendatang asal Jawa Tengah (Jateng) sempat bertahan hidup dari sebuah usaha bengkel motor.

Namun, usaha bengkel itu tak berjalan awet. Demi menghidupi keluarga kecilnya yang terdiri dari tiga orang anak dan seorang istri, Parto akhirnya banting setir menjadi pemulung yang sering dianggap pekerjaan kotor.

“Yang menjadi semangat saya adalah keluarga,” kata dia, di sela-sela menyortir barang bekas dari hasil memulungnya hari ini, Sabtu (17/12/2016) di Jalan Teuku Umar 13 Makassar.

Terlepas dari latar belakang pekerjaan yang digelutinya, ada yang unik dari perilaku Parto. Setiap ia pulang dari memulung barang bekas dan memasuki tempat penyortiran barangnya di Jalan Teuku Umar 13 Makassar, segerombolan anjing liar langsung menyambutnya.

Ketujuh anjing liar itu terlihat riang gembira melihat kedatangan Parto. Suasana itu menggambarkan indahnya persahabatan yang terbina antara manusia dan hewan.

Parto mengaku, persahabatannya dengan kawanan anjing liar itu dimulai setahun lalu. Saat itu, ia hanya mengenal seekor anjing kecil. Anjing tersebut berkembang dewasa dan beranak hingga enam ekor.

“Setiap saya pulang memulung barang bekas, saya tak lupa memberinya sisa makanan yang saya ambil dari beberapa rumah makan Sari Laut di depan benteng Fort Rotterdam Makassar. Kemungkinan di situlah sampai anjing liar ini mulai bersahabat dengan saya,” ujar Parto.

Tak ada ilmu khusus untuk menjalin komunikasi dengan tujuh anjing liar tersebut. Parto mengaku hanya berteriak “ho..ho..ho” untuk mendiamkan ketujuh anjing tersebut ketika sedang ribut berebut makanan.

“Kalau berebut, mereka saling menggigit dan membuat suara yang bising dan ribut,” tutur Parto.

Usai menghabiskan makanan sisa dari rumah makan yang diberikan oleh Parto, kawanan anjing liar itu tak langsung pergi. Mereka memilih beristirahat bersama-sama seolah menemani Parto yang sedang menyelesaikan sortiran barang bekasnya untuk dijual kembali ke pengepul.

“Seganas apapun hewan jika diberi makan dan dibaiki tentu dia tak akan mengganggu. Itulah yang saya lakukan sehingga ketujuh anjing liar ini menganggap saya sahabat,” kata Parto.
(liputan6)