Seorang seniman tato asal Rusia belum lama ini menjadi cukup viral di internet. Bukan karena karyanya yang mengagumkan, namun karena keputusannya untuk mentato kucing kesayangannya.

Seniman tato ini memiliki kucing berjenis sphynx, jenis kucing yang tidak berbulu sama sekali. Kucing bernama Demon ini diberi tato gambar-gambar seram seperti kartu, botol minuman keras, rokok, gambar perempuan seksi, dan sebagainya.

Walau ia sendiri yang memutuskan untuk memberi Demon tato, rupanya seniman ini juga merasa bersalah. Penyebabnya adalah ia tahu kucingnya belum tentu menginginkan tato itu. Tak hanya itu, kucing sphynx juga memiliki kulit yang berbeda sehingga tato harus diberikan dengan langkah-langkah yang berbeda. Ia hanya berharap tato itu tak akan menyakiti kucingnya dengna terllau parah.

Menanggapi hal ini, Elizabeth Skorynon, kepala dari pusat rehabilitasi hewan, berkata bahwa kulit kucing sphynx sebenarnya sangat sensitif. Luka sekecil apapun sudah bisa membuat mereka merasa tidak nyaman dan sakit. Karena itu, memberi tato pada kucing sphynx sangat tidak disarankan.

cat-tattoo-gangster-sphynx-aleksandr-russia-3a

Pemberian anestesi pada kucing sphynx juga sangat berbahaya. Hal ini mengancam jiwa mereka dan kemungkinan mati bisa mencapai persentase 50:50. Jadi, keseluruhan kasus ini sebenarnya merupakan tindak kekerasan pada hewan.

Meski sudah diberi peringatan begitu, masih ada saja sejumlah seniman tato yang berkilah bahwa sejak dulu hewan sudah banyak yang ditato. Karena itulah praktik ini tak mengapa untuk dilakukan saat ini.
(intisari)