Sama seperti manusia, binatang pun ingin tinggal dan hidup bersama anggota keluarganya sendiri. Sayangnya karena sebuah peristiwa, pihak kebun binatang harus mengadopsi bayi babi untuk diberikan kepada induk macan betina yang kehilangan anaknya. Apa yang terjadi dengan macan betina? Apakah bayi babi tersebut akan dimakannya? Bisakah keduanya hidup bersama?

Berikut kisahnya.

Seekor macan betina dari kebun binatang California melahirkan tiga bayi. Tapi dikarenakan lahir secara premature dan berukuran kecil dibanding bayi macan lainnya, si triplets bayi macan dinyatakan meninggal dunia.

Ibu macan pun mendapatkan perawatan pasca melahirkan. Namun tidak lama setelah keluar dari ruang perawatan, sang ibu macan tiba-tiba sakit. Tubuhnya melemah dan mulai menurun kesehatannya. Padahal dokter hewan menyatakan tidak ada yang salah dengan kesehatan sang induk betina.

Setelah ditelusuri oleh pihak kebun binatang, ternyata menurunnya kesehatan sang induk karena bersedih. Siapa yang tidak bersedih ketika anaknya meninggal?

Karenanya pihak kebun binatang mencoba mencari bayi macan untuk sang induk. Sayang, setelah dicari bayi macan di sekitar kebon binatang di California, pihaknya tidak menemukan.

Tidak mau kehilangan akal, pihak kebun binatang mencoba hal baru. Mereka menemukan beberapa ekor bayi babi yang tidak memiliki induk. Segeralah mereka membuatkan pakaian yang mirip dengan kulit macan lalu dipakaikan kepada sang bayi babi. Bayi-bayi babi lalu diletakkan tidak jauh dari induk macan.

Lihatlah? Sang induk macan betina tidak melakukan apa-apa dan tidak ‘memakannya’. Macan betina merawat bayi-bayi babi tersebut sebagaimana anaknya sendiri.

Seekor macan dan bayi babi saja bisa hidup bersama dengan damai. Mengapa yang lain tidak?
(intisari)