Sejumlah foto yang menampilkan dua peternak China yang tengah bersedih kemungkinan memicu operasi penyelamatan 6.000 ekor babi yang terjebak banjir bandang di provinsi Anhui.

Dua orang peternak babi di Anhui diabadikan tengah memandang hewan-hewan peliharaan mereka dengan sorot mata putus asa, sementara ratusan ekor babi berjuang saat air sudah mencapai hidung mereka.

Peternakan kedua orang itu terletak di tepi sungai Yangtze yang meluap akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu selama beberapa hari.

Nampaknya, ratusan ekor babi itu akan menjadi korban banjir yang sudah menewaskan lebih dari 100 orang dan menghancurkan permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.

Setelah foto-foto kedua peternak itu muncul di situs media sosial Weibo, memicu ribuan komentar dari para netizen pengguna Weibo atau media sosial lainnya.

Sejumlah netizen merasa iba kepada kedua peternak itu dan mendesak agar babi peliharaan mereka diselamatkan.

Namun, netizen lain mengatakan, sang peternak terlihat sedih karena dia berpotensi mengalami kerugian material ketimbang merasa iba kepada hewan tersebut.

Meski demikian, sebagian besar netizen mendesak agar ribuan ekor babi itu diselamatkan dari kematian.

Harian Anhui News mengabarkan, seruan itu kemudian didengar sebuah organisasi lokal yang mendatangi kedua peternak itu dan sukses menyelamatkan ribuan ekor babi tersebut.

Media pemerintah China menyebut, banjir itu secara keseluruhan menewaskan 112 orang dan dikhawatirkan korban bertambah karena dalam beberapa hari mendatang kawasan itu akan dilanda angin topan.

Sekitar 16 juta orang terdampak hujan deras yang mengakibatkan kawasan luas di dekat Yangtze, sungai terpanjang di China. Demikian dikabarkan harian Beijing News.
(kompas.com)