Ini adalah pemandangan yang sangat aneh dan langka, saat ular memalsukan kematiannya sendiri. Ia ternyata tengah berupaya melindungi diri dari bahaya predator.

Ular indigo timur itu tengah melata di Mission, Texas, Amerika Serikat, saat Eric Johnson melihat perilaku yang tidak biasa.

Ketika didekati oleh Johnson, makhluk berdarah dingin itu mulai menggeliat penuh semangat dan berupaya untuk kabur. Ketika ia menyadari tak bisa melarikan diri dari Johnson, ia malah mendadak tak bergerak pura-pura mati.

Seperti dalam tayangan video yang beredar, mulut reptil tersebut terlihat menganga dengan leher yang miring ke samping.

Tubuh reptil itu terlihat melemas dan seolah tak bernyawa ketika Johnson memeriksanya. Namun ketika ahli ular otodidak itu menjauh, si ular hidup kembali, menjulurkan lidahnya ke depan seolah tidak ada yang salah sebelumnya.

“Aku belum pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya. Tak yakin apakah ini adalah mekanisme defensif atau ada hubungannya dengan masalah yang mendasar di daerah itu,” ucap Johnson yang juga dari Mission seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (13/12/2016).

“Jenis perilaku jarang didokumentasikan dalam spesies lain dari ular, tetapi sepengetahuanku tak pernah pada jenis ini,” tutur Johnson.

Yang anehnya lagi, ketika didekati kembali si ular mengulang perilaku pura-pura tak bernyawa.

“Ada pertanyaan tentang keberadaan parasit invasif dan penyakit jamur di daerah itu, tapi saya belum menemukan apa-apa untuk memberikan alasan mengapa ular di wilayah tersebut berperilaku seperti itu,” ujar dia.

“Ini seperti pertemuan yang aneh dan belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk saat ini alasan mengapa hal itu terjadi masih menjadi misteri.”

Kristen Wiley, Wakil Direktur Kentucky Reptile Zoo di Slade, Kentucky, Amerika Serikat, percaya bahwa perilaku unik ular yang sengaja “bermain pura-pura mati” itu adalah hal yang tak biasa.

“Tanpa melihat sebelum dan sesudah, tak cukup definitif untuk menyatakan bahwa ular itu berpura-pura mati. Ada sejumlah faktor yang bisa menjelaskan perilaku. Itu bisa jadi hasil dari penyakit atau cedera, gagal ginjal misalnya,” ujar Wiley.

“Kami juga tidak tahu apakah berapa lama ular itu dikejar sebelum direkam video. Bisa jadi ia sangat terkejut atau kelelahan. Ini tentu sebuah pertemuan yang menarik, tapi saya berpikir bahwa lebih mungkin ada sesuatu yang salah, daripada menampilkan mekanisme pertahanan yang baru dipelajari,” ujarnya.

“Terlalu banyak alasan untuk kasus yang terisolasi itu untuk menjadi definitif,” kata Wiley.
(liputan6.com)