Boneka Teddy Bear berawal dari cerita tentang mantan Presiden AS, Theodore ‘Teddy’ Roosevelt, yang sedang berburu di Mississippi.

Karena tak berhasil mendapatkan buruan yang layak, para pembantu presiden menangkap anak beruang hitam dan diikat ke pohon willow sehingga Roosevelt dapat menembaknya. Namun, ia menolaknya karena menganggap hal tersebut tidak jantan.

Setelah mendengar kejadian tersebut, seorang seniman, Clifford Berryman, menggambar ilustrasi Roosevelt dengan beruang dan dimuat di Washington Post.

Kemudian, seorang pemilik toko permen, Morris Michtom, mendapat gagasan setelah melihat kartun ciptaan Berryman. Kebetulan, ia dan istrinya Rose adalah pembuat boneka binatang.

Michtom memutuskan untuk membuat boneka beruang dan mendedikasikannya untuk sang presiden yang menolak untuk menembak beruang yang dibelenggu. Ia menyebut boneka itu Teddy’s Bear dan benda itu menjadi sangat terkenal.

Ternyata, keberadaan Teddy Bear yang asli, yaitu beruang hitam Louisiana, selama dua dekade telah dianggap sebagai spesies yang terancam.

Hal tersebut terjadi karena hewan yang dapat ditemui di hutan Louisiana, Mississippi bagian selatan, dan Texas timur itu habitatnya telah hancur. Pada 1992, hanya ditemukan 150 beruang di alam liar.

Untuk membantu pemulihan jumlah spesies tersebut, pemerintah maupun LSM, serta pemilik tanah swasta, bekerja untuk merestorasi 2.035 kilometer persegi hutan cemara, oak, dan karet di mana hewan itu tinggal.

Karena sebagian besar habitat beruang hitam Louisiana berada di tanah milik swasta, petani Louisiana ditawari uang insentif untuk merestorasi lahan pertanian yang sulit ditanami milik mereka menjadi hutan kayu asli. Hal tersebut dikutip dari Live Science pada Jumat (18/3/2016).

Namun, kabar bahagia datang dari hewan tersebut. Pasalnya, U.S Fish and Wildlife Service (FWS) berkata bahwa beruang menggemaskan itu akan segera dihapus dari daftar spesies langka.

“Saya senang bahwa ‘Teddy Bear’ tercinta kita akan tetap berada di sini agar generasi Louisiana selanjutnya bisa menikmati,” ujar seorang wakil Louisiana, Ralph Abraham.

Menurut perkiraan FWS, saat ini sekitar 500 hingga 750 beruang hitam telah berkeliaran di AS. Mereka juga merilis sebuah rencana pemantauan untuk memastikan populasi hewan itu dapat dipertahankan.

“Presiden Theodore Roosevelt akan senang melihat kita berkumpul di sini hari ini,” ujar Sekretaris Dalam Negeri AS, Sally Jewell.

“Bekerja sama di seluruh tanah swasta dan masyarakat dengan begitu banyak mitra mewujudkan etika konservasi, yang ia perjuangkan ketika mendirikan National Wildlife Refuge System sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi gangguan terhadap satwa liar bangsa,” tambahnya.

Pejabat Louisiana, John Bel Edwards, menyebut beruang tersebut sebagai ‘ikon negara dan Louisiana’.
(liputan6.com)