Singapura merupakan salah satu negara dengan populasi kucing kampung yang cukup banyak. Namun, baru-baru ini negara tersebut tengah dihebohkan oleh kasus kematian kucing-kucing tersebut.
Sejak September 2015 lalu hingga Kamis (4/2), setidaknya ada 27 ekor kucing yang mati mengenaskan. Kucing-kucing malang tersebut tergeletak dengan kepala pecah dan mulut yang mengeluarkan darah.
Beberapa diantara mereka, perut dan tulangnya remuk. Dengan kondisi seperti itu, kucing-kucing tersebut tampak seolah terhempas jatuh dari ketinggian. Peristiwa itu terjadi di Yishun Town di Utara Singapura.
Pihak Kepolisian saat ini tengah menyelidiki kasus kematian kucing-kucing tersebut. Beberapa waktu lalu, mereka telah menangkap dua orang pria karena telah membunuh dua ekor kucing.
Lee Wai Leong membunuh kucing dengan cara melemparkannya dari lantai 13 apartemennya. Meski begitu ia tidak ditahan tapi diharuskan membayar denda. Yang kedua adalah seorang lelaki berusia 51 tahun yang diduga melakukan penyiksaan terhadap kucing.
Sementara itu, penyebab kematian kucing-kucing lainnya masih diselidiki. Berbagai dugaan bermunculan terkait apa penyebab kematian kucing-kucing tersebut, mulai dari kecelakaan hingga pembunuhan.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan ada 19 kucing yang mati karena benda tumpul. Meski begitu, mereka masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk menemukan penyebab pasti.
(wowkeren)