Seorang wanita di Inggris dijatuhi hukuman untuk menjaga, memiliki dan merawat kuda setelah mengunggah foto di Facebook bersama seekor ex kuda pacu yang kekurangan gizi.

Charlotte McPherson, mengaku bersalah atas dua tuduhan kekejaman terhadap hewan di Pengadilan Birmingham Magistrates setelah kelompok penyayang hewan RSPCA menemukan dirinya berselfie dengan hewan kelaparan di sebuah acara berkuda.

Charlotte McPherson taking a selfie with Thor

Dia didakwa lalai mengobati kudanya yang menderita sakit dan gagal untuk melindungi kuda dari rasa sakit, penderitaan, cedera dan bahkan mengenderai kuda itu dalam keadaan sakit.

McPherson yang berasal dari Kidderminster di Worcester, juga dijatuhi hukuman sosial selama 12 bulan dan diperintahkan untuk melakukan pelayanan masyarakat selama 160 jam. Dia juga diperintahkan untuk membayar denda sebesar 360 pound sterling (Rp 6 juta).

Thor before

Dalam persidangan yang berlangsung belum lama ini, gadis 22 tahun itu dilaporkan telah berusaha menyembunyikan kondisi hewan itu dengan menutupi tubuh kuda itu menggunakan selimut di bagian belakangnya. Awalnya gadis berbadan gemuk itu mengatakan menutupinya untuk menjaga kehangatan kuda.

Namun berdasarkan penyelidikan, ditemukan bahwa selimut itu digunakan untuk menutupi tubuh kuda bernama Thor yang sangat kurus hingga menampakkan tulang-tulangnya. Thor, telah mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis semenjak dirawat oleh McPherson.

Thor before

“Thor tampak sangat kurus dan Anda bisa melihat dengan jelas tulang-tulangnya, dia jelas tidak sehat . Namun McPherson terus menungganginya, bahkan sebanyak dua kali dalam seminggu dalam kondisi ini,” kata Suzi Smith, Direktur RSPCA.

Smith juga menjelaskan bahwa Thor juga memiliki sakit pada tulang belakang ketika sadel dipasang dan akan bertambah sakit ketika ditunggangi. Sejak disita RSPCA, Thor telah mendapatkan beberapa perawatan yang membutuhkan waktu cukup lama agar kondisinya kembali pulih.

Kini kuda ras Hoare Abbey itu telah kembali pulih dengan berat badan yang telah menjadi normal dan sesuai standar. “Dia mencintai kehidupan baru dan ketika ia berada di lapangan, dia terlihat lebih bersemangat, tidak seperti sebelumnya,” ungkap Smith.
(tempo)