Di usia 12 minggu, seekor anjing Bali ditemukan lumpuh kedua kaki belakangnya akibat tertabrak mobil. Tiga adalah satu dari sekian banyak anjing di Bali yang tidak beruntung untuk mendapatkan rumah dan keluarga. Tiga hidup di jalanan, tanpa tahu bahwa ia harus berjalan dan berlari dengan hati-hati. Hingga akhirnya ia tidak lagi mampu menggerakkan kedua kakinya, di usia yang masih kanak-kanak. Namun dibalik kemalangannya, Tiga menemukan kasih sayang dari Rick, bahkan Tiga menjadi inspirasi untuk menyelamatkan teman-temannya di Bali agar memiliki kehidupan layak dan terlindungi.

facebook.com/tigafoundation
facebook.com/tigafoundation

Saat ini sebuah yayasan bernama Tiga Foundation didirikan untuk melindungi anjing-anjing jalanan di Bali. Sekitar 20 anjing berada dalam naungannya untuk dicarikan rumah dan keluarga. Tiga juga berada di sana, ia tak pernah henti menyemangati teman-temannya. Seburuk apapun keadaan, selalu ada harapan dalam hidup.

facebook.com/tigafoundation
facebook.com/tigafoundation

Dulu, Tiga pernah berada diambang keputusasaan. Ia menangis saat dokter mem-vonis dirinya tak bisa berjalan lagi, bahkan kedua kakinya harus diamputasi. Saat dijumpai di penampungan, kondisi Tiga sangat memprihatinkan, akibat operasi yang dilakukan ternyata mengenai saraf genitalnya. Ketika itu, di atas pangkuan Tiga diberikan pilihan untuk menyudahi penderitaan dan ‘tidur’ dalam damai, tetapi tiba-tiba Tiga berhenti menangis. Seolah ia tersadarkan bahwa kehidupan adalah harapan, bukan keputusasaan. Tiga memilih untuk melanjutkan hidup dan terus berjuang dalam keadaan apapun.

facebook.com/tigafoundation
facebook.com/tigafoundation

Tiga tak pernah lagi tampak sedih di rumahnya yang baru. Ia menjadi anjing penuh semangat dan memotivasi lingkungan sekitarnya. Meski telah memiliki kursi roda, namun Tiga kerap berjalan menggunakan dua kaki depannya. Hidup adalah kebahagiaan di mata Tiga, juga bagi siapapun yang mengenalnya.

facebook.com/tigafoundation
facebook.com/tigafoundation
facebook.com/tigafoundation