Sekitar pukul 1 siang daerah pesisir Sisilia, Italia, beberapa anak melihat sosok kecil mengambang di perairan kota pelabuhan Marsala. Rupanya seekor anak kucing jatuh ke dalam laut dan gagal menyelamatkan diri. Tubuhnya yang mungil tak sanggup melawan sapuan ombak yang malah membawanya ke tengah lautan, hingga akhirnya ia mengambang dan ditemukan.

Seorang penjaga pantai menyikapi laporan anak-anak itu dengan menyelam dan berenang ke arah si kucing, lalu menolongnya. Namun kucing itu sama sekali tak bergerak lagi, kemungkinan besar ia tewas akibat terlalu banyak air yang tertelan. Namun rupanya sang penjaga pantai tak mau menyerah begitu saja, ia kemudian memberi CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) pada si kucing.

Baca juga. “Memberi Cpr Pada Kucing Menyelamatkan Lazarus Yang Telah ‘mati’ Membeku”

Terkesan sia-sia, tetapi memperjuangkan kehidupan sesama mahluk hidup merupakan panggilan hati bagi orang-orang berhati mulia, seperti si penjaga pantai. Dibantu oleh rekan-rekannya, ia meletakkan si kucing yang di sebuah papan, lalu mulai menekan dada si kucing dan memberikan napas melalui mulut. Mungkin belum terlambat untuk menyelamatkan anak mungil itu, mereka berharap tindakan tersebut mampu membawa si kucing kembali hidup.

Beberapa menit tak ada tanda-tanda kehidupan dari kucing yang usianya belum sampai sebulan itu, namun beberapa menit berikutnya si kucing memuntahkan air dari mulut dan tak lama kemudian ia mengeong lirih sambil membuka mata. Seluruh penjaga pantai bersorak gembira menyambut si kucing yang seolah terlahir kembali. Lalu mereka mengeringkan tubuh kucing itu dan menghangatkannya sebelum dibawa ke dokter hewan.

Kondisi kesehatan si kucing cukup baik, meski ia perlu waktu untuk pulih. Sementara pihak pelabuhan merasa terkesan dengan upaya penyelamatan dan perjuangan si kucing untuk hidup, maka mereka memutuskan untuk mengadopsi kucing itu dan memberinya nama, Charlie. Sepertinya Charlie akan menjadi kucing penjaga pantai juga saat ia dewasa nanti 🙂