Kemalangan menimpa seekor anjing pitbull saat menyeberang rel kereta. Meski ia berusaha menghindar kereta yang begitu cepat datang melintas, kaki kiri belakang dan sebagian ekornya tersambar. Anjing yang kemudian dipanggil Molly itu jatuh terkapar berlumuran darah. Ia tidak mampu bergerak dan semakin lemah, ia kehilangan setengah dari darah di tubuhnya. Molly pasrah, mungkin kejadian itu adalah akhir hidupnya.

dog
BARCS Animal Shelter/Facebook

Namun saksi mata yang melihat kecelakaan tersebut segera menghubungi polisi. Kevin McCullen adalah petugas pertama yang sampai di tempat kejadian. Saat itu Molly masih mampu mengenali penolongnya, lalu tidak sadarkan diri. Ketika Molly terbangun, ia berada di penampungan Baltimore Animal Rescue di kelilingi beberapa orang, termasuk satu orang yang baru saja dikenalnya, Kevin. Spontan Molly melonjak bahagia, tanpa menghiraukan rasa sakit yang dirasakan selepas operasi. Bahkan saat menyadari bahwa ia tak lagi memiliki satu kaki belakang, Molly tak terlalu menghiraukan. Ia begitu ingin memeluk Kevin, juga menciumi, sebagai ungkapan terimakasih telah menolongnya.

dog
BARCS Animal Shelter/Facebook

Setiap kedatangan Kevin untuk menjenguk, Molly selalu memeluk dan menciuminya seolah ia belum melakukan hal itu di pertemuan sebelumnya. Bahkan ketika Molly telah tinggal di rumah asuh pun, Kevin selalu disambut dengan kehangatan cinta luar biasa dari Molly. Tanpa Kevin, Molly menganggap ia tak mungkin bisa merasakan indahnya hidup. Ia tak menyesali ketiadaan satu kaki dan sebagian ekornya, karena ia memiliki hidup yang utuh bersama orang-orang yang mengasihinya. Terutama, Kevin.

dog
BARCS Animal Shelter/Facebook
dog
BARCS Animal Shelter/Facebook