Untunglah ada yang melihat Whiffen tergeletak di tepi pantai Vanchouver, sehingga dapat segera melaporkan pada tim dari Vancouver Aquarium Marine Mammal Rescue Centre agar datang untuk menyelamatkan Whiffen yang ternyata kedinginan, kelaparan dan terluka parah. 

Kondisi Whiffen sangat kritis ketika ditemukan, bahkan tim penyelamat pun tak yakin Whiffen akan bisa bertahan hidup. Ia menderita akibat hipoglikemia, saluran usus rusak, enzim hati terlalu tinggi dan kaki belakang terluka. Diketahui pula ihwal terdamparnya Whiffen disebabkan luka di bagian belakang siripnya.

Dalam siklus hidupnya, berang-berang laut tak bisa mengumpulkan makanan, sementara mereka membutuhkan asupan makanan sebanyak 30% dari berat badan. Kebayang kan penderitaan Whiffen yang tak bisa mencari makanan karena tak sanggup bergerak sama sekali? Untungnya keinginan Whiffen untuk hidup sangat tinggi, sehingga upaya penyelamatan atasnya menunjukkan kemajuan. Setelah melewati masa kritis dan perawatan intensif, Whiffer sudah bisa makan sendiri.  Bila keadaan Whiffen sudah semakin membaik, nantinya Whiffer akan dikembalikan ke habitatnya di laut.