Pihak Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA), Inggris, mulai mengumpulkan bukti-bukti ketika mendengar kabar tentang pembelian anjing-anjing sakit. Mereka mencurigai peternakan anjing yang konon menghasilkan pendapatan hingga puluhan juta setiap bulan.

puppy mills
RSPCA

Kecurigaan RSPCA ternyata benar, sebuah tempat dengan beberapa kandang kotor dengan anjing-anjing yang menyambut seolah tahu bahwa mereka akan diselamatkan. Carl Larsson dari RSPCA menyampaikan ada 13 anjing berada di sana. Kesemuanya mengalami malnutrisi, infeksi kulit dan telinga. Mereka adalah para induk anjing yang dijadikan “pabrik” untuk melahirkan anak-anak anjing lucu dan dijual. Beberapa diantaranya kemungkinan ada yang terlahir cacat, atau induk yang sudah tidak produktif, tetap dijual juga pada orang-orang yang berbelas kasihan.

puppy mills
RSPCA

Ditemukan beberapa dokumen tertinggal di sekitar lokasi, yang disinyalir pemiliknya melarikan diri dengan terburu-buru. Diantara dokumen tersebut terdapat berkas jual beli anak anjing, sedikitnya penjual mendapatkan uang Rp 21 juta rupiah setiap bulan. Sementara para anjing yang mereka pelihara “dipaksa” untuk terus melahirkan.

puppy mills
RSPCA

Melalui bukti-bukti yang telah dikumpulkan pihak kepolisian ikut membantu dalam proses evakuasi anjing, serta memburu pihak yang bertanggung jawab atas tempat tersebut. Sayangnya 3 ekor anjing tidak mampu bertahan dalam perjalanan menuju rumah sakit, sehingga hanya 10 ekor yang berhasil selamat dan menjalani pengobatan serta perawatan hingga kini.

puppy mills
RSPCA

Kasus ini bukanlah kasus pertama yang ditangani RSPCA, sebelumnya mereka juga pernah menangangi kasus serupa. Dimana orang-orang mengambil keuntungan dari ‘menyiksa’ anjing agar terus ‘berproduksi’, seolah tak mengerti bahwa anjing pun punya hak untuk dicintai dan hidup bahagia.

puppy mills
RSPCA