Padi adalah nama anjing jenis labrador berumur 4 tahun yang biasa menyambut pasien dan tamu di klinik hewan Dr Paul Gartenberg, di Bradenton Florida. Paul adalah pemilik Padi, yang tak pernah mendapati anjing peliharaannya agresif terhadap orang lain, meski yang belum dikenal. Maka ia memperbolehkan Padi untuk berada di klinik. Tak pernah ada insiden apapun, sampai suatu hari bocah beserta pengasuhnya mengunjungi klinik untuk menemui Paul dan Padi mengigit telinga bocah itu sampai berujung ke pengadilan. Menurut perundangan hewan di sana, Padi telah mencederai manusia dan dianggap berbahaya sehingga diancam hukuman mati. 

Kasus tersebut menjadi ramai dibicarakan, namun banyak orang justru membela Padi. Tagar #freepadi banyak tersemat dalam posting sosial media, di tengah persidangan Padi berjalan. Paul sendiri tak bisa berbicara banyak, karena saat Padi menggigit ia sedang berada di ruang praktek. Tetapi ia menyayangkan bila Padi harus dihukum untuk suatu kesalahan yang tak dilakukannya. Karena bagi anjing, gigitan dapat merupakan upaya membela diri bukan serangan.

Penyelidikan atas kasus Padi dilakukan, tak hanya berdasar pada saksi yang pastinya adalah manusia, namun juga pengumpulan bukti di tempat kejadian. Dan berujung pada keputusan hakim Andrew Owens yang membebaskan Padi dari tuduhan penyerangan hingga mengakibatkan seseorang terluka. Padi juga dinyatakan anjing terlatih yang tidak berbahaya. Kunci kejadian tersebut bermula dari si bocah yang melemparkan boneka ke arah Padi sampai membuatnya terpojok dan takut, sehingga melakukan pembelaan diri dengan cara menggigit. Setelah itu pun Padi tak lantas menyerang, namun menjauhi area yang dianggap tidak aman bagi dirinya.
Kini Padi telah kembali berkumpul bersama keluarga Paul Gartenberg, dan keadilan yang diberikan pada Padi merupakan kado natal paling indah bagi Paul sekeluarga.