Jika saja bisa, Maya ingin menemani “ibunya” di samping tempat tidur. Tapi tentu tidak mungkin, Rumah Sakit Umum Elda di Spanyol tidak memperbolehkan anjing masuk ke dalam ruangan. Sehingga Maya harus rela menunggu ibunya, Sandra Iniesta, di luar.

Hasil gambar untuk maya dog elda hospital spain

Hasil gambar untuk maya dog elda hospital spain

 

Padahal Maya sudah diajak pulang berkali-kali selama sang ibu dirawat di rumah sakit tersebut untuk menjalani operasi usus buntu. Namun Maya bersikeras menunggu, tak masalah meski harus berada di luar rumah sakit sampai sang ibu diperbolehkan pulang. Yang penting bagi Maya, ia tak jauh dari ibunya. Sementara pihak rumah sakit bersimpati pada kesetiaan Maya sehingga menyediakan makan minum serta tempat tidur. Maya juga diperbolehkan untuk berjalan-jalan di sekitar rumah sakit, kadang beberapa staf malah mengajaknya bermain.

Hasil gambar untuk maya dog elda hospital spain

Maya adalah seekor anjing jenis akita. Kesetiaannya mengingatkan banyak orang pada kisah anjing legendaris Jepang, Hachiko. Di tahun 1920-an, Hachiko sangat dikenal di stasiun Shibuya Jepang karena selalu menunggu pemiliknya pulang. Suatu hari sang pemilik meninggal dunia di tempatnya bekerja, namun Hachiko tetap menunggunya pulang sampai sepanjang hidup. Hingga kini sosok Hachiko menjadi simbol kesetiaan anjing pada pemiliknya, masyarakat Jepang membuat monumen Hachiko di Stasiun Shibuya. Bahkan 80 tahun sejak kematiannya, dibuatkan patung baru yang ditempatkan di Universitas Tokyo, dimana Hidesaburo Ueno-sang pemilik Hachiko mengajar. Di sana, mereka “bertemu” kembali.

mayahachikocapture

Dari beberapa kisah kesetiaan anjing, Maya lebih beruntung karena tak lama lagi seorang yang paling ia cintai di dunia akan diijinkan pulang. Namun Maya tetap sabar menunggu saat indah dimana ia bisa menghabiskan hari-hari bersama pemiliknya lagi. Selamanya.

mayadogCapture

Baca juga. “Sang pemilik telah meninggal 8 bulan, seekor anjing masih setia menunggu sampai rumah sakit mengadopsinya”