Wajar saja bila Spook jadi sangat penakut dan selalu ingin dilindungi. Dulu saat ditemukan, Spook berada di sebuah bahu jalanan yang padat di Colorado. Spook cukup beruntung, seorang wanita melihatnya dan tergopoh-gopoh menolong Spook. Bahkan sempat menungguinya cukup lama, siapa tahu induk Spook mencari. Namun ternyata tak ada satupun kucing yang melintasi jalan. Akhirnya Spook dibawa ke penampungan, dan tak lama kemudian sebuah keluarga mengadopsi Spook.

bk2

Saat itu keadaan Spook belum sepenuhnya pulih. Ia masih sangat takut, seolah orang-orang disekelilingnya adalah mobil yang kapan saja bisa membahayakan nyawa. Maka Spook selalu meminta gendongan pada ‘sang ibu’, atau dipangku, atau apapun yang membuatnya merasa terlindung dan aman. Tahu apa yang dilakukan Spook bila ‘ibu’nya enggan menggendong? Spook akan memanjat. Wah.. wah…

bk1

bk6

Hari demi hari Spook mulai memercayai lingkungan tempat dirinya tinggal adalah tempat penuh kehangatan dan cinta kasih. Belum lagi, ada Felix di sana! Ya, sejak Spook datang seekor kucing lain yang berwarna sama dengannya telah tinggal dan menjadi bagian dari keluarga. Namun akibat Spook hanya percaya pada sang ‘ibu’, maka dengan sesama kucing pun ia takut berteman.

bk5

bk4

Kini Spook malah tak bisa lepas dari Felix. Menurut ‘ibu’nya, setiap hari ia melihat Spook bergulat dengan Felix. Mereka juga saling memandikan, tidur bersama, berkejaran dan bermain hingga kelelahan. Spook malah menjadi ‘partner in crime’ bagi Felix, saat Felix sedang nakal. Mereka tak terpisah satu sama lain, dan menemukan cinta dalam keluarga yang menyayangi mereka apa adanya.

bk7