Austen menangis hingga tertidur saat kucing peliharaannya hilang. Kucing bernama Autumn itu adalah sahabat yang paling mengerti Austen selama ini. Seperti penderita autis lainnya, Austen pun mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, termasuk orang tuanya. Namun setelah Autumn hadir dalam kehidupannya, Austen mampu belajar tentang kasih sayang serta merasakan nyaman berinteraksi dengan lingkungannya.

bf1

bf2

Persahabatan keduanya begitu erat, sehingga saat Autumn tiba-tiba hilang dari rumah, Austen histeris menangis seakan kehilangan dunianya. Bagi Austen, Autumn adalah segalanya. Maka sang ibu, Angela, segera menyebar selebaran dan poster untuk menemukan Autumn kembali. Angela yakin Autumn masih berada di lingkungan mereka, dan hanya bermain di luar sebentar saja namun lupa jalan pulang.

bf3

Usaha Angela tak sia-sia. Autumn ditemukan! Tetapi Angela ingin memberikan kejutan bagi Austen, maka Angela mengajak Autumn untuk menjemput Austen pulang sekolah. Benar saja, Austen begitu terkejut melihat sang ibu membawa kandang kucing. Wajahnya menunjukkan kebahagiaan, apalagi setelah ia membuka kandang dan mendapati Autumn di dalamnya. Austen tak kuasa menahan tangis.

bff6

Kedia sahabat itu kini bersama-sama lagi. Autumn begitu setia menemani Austen. Kembalinya Autumn tak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga membawa Austen menemukan kembali hidupnya.