Anjing tak pernah tahu pekerjaan pemiliknya, tak mengerti status sosial, atau predikat apapun yang melekat pada sang pemilik. Anjing hanya mengerti bahwa sang pemilik adalah manusia yang ia sayangi selamanya. Maka ketika sekelompok pengedar narkoba di Vargem Grande, Santa Catarina, Brazil disatroni polisi, seekor anjing yang dipelihara oleh mereka pun menggonggong untuk melarang polisi masuk. Namun ketika ia melihat bahwa pemiliknya menyerahkan diri dengan tertelungkup di lantai, maka anjing itu pun urung melawan polisi. Ia ikut menyerahkan diri. Dan foto saat ia ikut berbaring di antara para pemiliknya langsung berkembang viral, banyak orang merasa geli dengan tingkah anjing tersebut namun juga haru atas kesetiaannya.
Sudah cukup lama polisi mengintai kelompok pengedar narkoba tersebut, hingga akhirnya dilakukan penggerebekan. Tetapi soal anjing yang dipelihara mereka, memang sama sekali di luar dugaan. Beberapa polisi yang berada di TKP tak sanggup menahan senyumnya melihat ulah anjing itu yang terbaring terlentang diantara orang-orang tertelungkup.
Seekor anjing setia ikutan menyerah pada polisi ketika pemiliknya ditangkap
Seorang pakar anjing di Brazil, Barnie Rico, menyatakan tindakan anjing tersebut bermaksud sama seperti halnya manusia menyerah. Saat anjing terlentang maka ia membiarkan perutnya tidak dalam perlindungan, padahal perut adalah salah satu organ penting yang selalu mereka lindungi. Selain itu wajah anjing itu juga tidak mengarah pada polisi, namun berpaling, menandakan bahwa ia menghindari kontak mata karena tak menginginkan konfrontasi. Bagi anjing kontak mata adalah salah satu pemicu terjadinya agresi, dimana anjing dapat tiba-tiba menyerang.
Meski anjing itu merasa dirinya adalah bagian dari keluarga kelompok tersebut, dan bersedia mengikuti kemanapun keluarganya dibawa oleh polisi, tetapi jelas saja dia tak harus mempertanggungjawabkan apapun atas perbuatan pemiliknya yang melanggar hukum. Anjing itu bebas dari tuduhan kejahatan, dan layak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.