Saat liburan bersalju, keluarga Bingham menemukan seekor kucing yang diduga mati membeku, namun setelah diberi pertolongan, kucing yang kemudian diberi nama Lazarus itu memiliki kesempatan hidup dan diadopsi oleh keluarga Bingham.

Baca juga. “Memberi CPR pada kucing menyelamatkan Lazarus yang telah ‘mati’ membeku

Sayangnya, Branden Bingham, sang kepala keluarga mengalami patah kaki sepulang mereka dari berlibur. Ia harus menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit, dan anggota baru keluarga mereka selalu mengeong mencarinya. Ya, Lazarus. Tampaknya ia baru mengerti bahwa Branden sakit setelah ‘sang ayah’ kembali dari rumah sakit dan menjalani perawatan di rumah.

Lazarus mengingat semua kebaikan keluarga Bingham padanya, saat ia dirawat dan dilimpahi kasih sayang dalam masa kritisnya setelah membeku dalam salju. Lazarus kemudian memberikan hal yang sama seperti yang pernah ia rasakan, Lazarus pun merawat Branden dengan caranya sendiri.

Tak pernah sebentar pun Lazarus jauh dari Branden, ia bahkan kerap tidur di kaki Branden seakan memberikan kehangatan kasih sayang yang ia miliki untuk membantu kesembuhan Branden. Bila Branden tertidur, ia sering mengintip untuk memastikan ‘ayah’nya baik-baik saja.

Lazarus menjadi perawat Branden hampir 24 jam, ia juga menciumi ‘sang ayah’, memeluk, menghibur dan mengajaknya menonton video. Meski dalam video itu adalah rekaman dirinya sendiri.  Menurut Branden, setiap kali Lazarus berada di dekatnya dan menempelkan tubuhnya pada Brendan, seolah Lazarus berkata “aku di sini, semuanya akan baik-baik saja”