Bermula dari sebuah surat terbuka yang diposting oleh komunitas DogsterIndo di halaman facebook-nya, dimana para penyayang hewan, khususnya kucing, menyalin-rekat (copy-paste) surat tersebut di akun facebook masing-masing. Surat tersebut kemudian berkembang cepat secara viral menyangkut tulisan yang tertera di poster yang terpasang di pabrik Diamond Cold Storage (PT. Sukanda Djaya), yaitu “Kucing memang menggemaskan, tapi dalam industri makanan dia adalah HAMA”.

Keberatan yang disampaikan berkenaan dengan kemungkinan terjadinya salah pemahaman masyarakat atas tulisan yang tertera dalam poster tersebut, menyangkut persepsi tentang kucing yang dinyatakan sebagai “hama”. Selain itu beberapa penggiat penyelamat kucing juga mempertanyakan kebijakan perusahaan atas realokasi atau pertanggungjawaban atas tindakan yang diambil bagi hewan kaki empat yang kebetulan berada di sekitar lokasi selama ini. Banyak juga netizen yang berkomentar keras dengan langsung memboikot produk-produk yang dihasilkan oleh Diamond, seperti susu dan es krim, karena terlalu mendiskreditkan hewan. Namun ada pula pihak yang berusaha mengerti kebijakan PT Diamond, dimana mereka harus menjaga higienitas produk makanan yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional, ISO 22000.

Tak sampai 1 minggu dari beredarnya surat terbuka tersebut, tanggapan Diamond diunggah oleh akun facebook Syahrefi Amirza. Sayangnya tanggapan tersebut tidak mengerucut pada solusi atas keberatan yang diajukan, melainkan memberi gambaran tentang prosedur kerja yang harus dipatuhi oleh produsen dalam industri makanan. Sekaligus menyatakan program pengendalian hama telah tertangani dengan baik selama ini. Tak disebutkan perihal penggantian redaksional dalam poster, tidak juga menyinggung penanganan kesejahteraan hewan yang menjadi salah satu poin tercantum dalam surat.

diamond1Capture