Tanpa bisa membela diri, Tortilla berada diurutan pertama sebagai anjing yang hendak di-euthanasia akibat tak ada yang berkenan mengadopsi. Padahal Tortilla adalah anjing sehat dan sangat periang, ia selalu melompat-lompat bila seseorang melewati kandangnya. Tortilla senang mengajak bermain dan ramah pada siapapun. Namun ia tak menyadari akan adanya istilah “black dog syndrome” atau sindrom anjing hitam di dunia manusia, dimana anjing berbulu hitam sulit mendapatkan pemelihara dibanding anjing berbulu terang. Stereotip di masyarakat, anjing hitam dikenal menakutkan, galak dan bermacam anggapan negatif lain melekat pada mereka. Sungguh sangat berbeda dengan keseharian Tortilla. Namun hanya karena ia terlahir hitam, maka Tortilla diperlakukan tidak adil.

1.18.17 - Tortilla1
Fulton County Animal Services

Banyak penyayang anjing tidak setuju dengan sindrom anjing hitam, karena dianggap diskrimatif dan tak sesuai dengan kenyataan. Perilaku anjing, baik hitam maupun warna bulu lain, sepenuhnya ditentukan oleh pola pemeliharaan dan pelatihan pada mereka. Termasuk lingkungan tempat mereka hidup. Untungnya keberadaan Tortilla segera diketahui oleh penampungan Fulton County Animal Services di Atlanta, Georgia. Maka mereka pun bertindak untuk menyelamatkan Tortilla dari ketidakadilan yang ia alami.

Pihak penyelamat Tortilla mengunggah kisah anjing tersebut di halaman facebook mereka, sekaligus menghimbau agar masyarakat tidak melakukan diskriminasi terhadap anjing. Tak seekor anjing pun terlahir sebagai anjing galak, kecuali lingkungan mengajari atau memaksa mereka untuk menjadi seperti itu. Diharapkan Tortilla merupakan kasus terakhir yang dialami anjing berbulu hitam, karena pada dasarnya semua anjing adalah sama. Mereka penyayang dan pantas disayangi.