Bukan salah kucing, tapi si bebek yang merasa nyaman “menjadi” kucing. Sampai ia dinamai “Kitty the Duck”, artinya kucing bebek, ‘eh! Atau bebek kucing ya? Pokoknya gitu deh. Si Kitty the Duck ini ditemukan sendirian di sebuah peternakan bernama Homebush Farm, Queensland, milik seorang wanita bernama Tamara Altmann.

cat raises duck 1
instagram@homebush_farm

Merasa iba, keluarga Tamara pun membawa si bebek kecil tinggal di rumah. Meski mereka pemilik peternakan yang sehari-hari akrab dengan hewan, namun mengurus bebek kecil bukanlah perkara mudah. Apalagi, mereka tidak pernah memelihara bebek. Untung saja Unicorn langsung tanggap dengan situasi tersebut. Unicorn adalah kucing peliharaan keluarga Tamara.

cat raises duck 3
instagram@homebush_farm

Tanpa banyak cakap, Unicorn lalu “menggiring” si bebek dalam pelukannya. Mereka pun tidur bersama. Sejak itulah si bebek memiliki nama “Kitty the Duck”, yang selalu “menempel” pada Unicorn. Kemanapun Unicorn pergi, Kitty the Duck selalu membuntuti. Ia merasa Unicorn adalah induknya yang hilang, sementara Unicorn sangat menyayangi si bebek seperti anaknya sendiri.

cat raises duck 2
instagram@homebush_farm

Hingga tumbuh dewasa, Kitty the Duck tidak menunjukkan diri sebagai bebek. Ia tak ingin berenang di danau, atau bermain lumpur seperti bebek pada umumnya. Ia lebih suka bermain dengan anak-anak kucing, bergumul bersama mereka, dan tidur-tiduran.

instagram@homebush_farm

Awalnya Tamara merasa kasihan pada Kitty the Duck yang “menjadi” kucing, tetapi Kitty the Duck selalu menolak bila diajak untuk berkumpul bersama sesama bebek. Sehingga Tamara membebaskan Kitty the Duck untuk menentukan hidupnya sendiri. Jelas saja Kitty the Duck lebih memilih “menjadi” kucing, karena ia telah merasa nyaman dengan kasih sayang “induk”nya selama ini.

instagram@homebush_farm