Sebuah penampungan anjing di Uruguay, Amerika Selatan, digunakan juga sebagai tempat pelatihan bagi anjing-anjing yang memiliki masalah dengan perilaku. Biasanya mereka dianggap agresif atau nakal oleh pemiliknya, sehingga dikirim ke sana untuk direhabilitasi. Namun banyak anjing yang kemudian berusaha kabur dari tempat tersebut, salah satunya yang berhasil melarikan diri adalah anjing jantan bernama Corbata.

Berbeda dengan anjing lainnya, Corbata melarikan diri karena ia ingin pulang ke rumah. Ia sangat menyayangi sang pemilik, Etchepare. Maka ia pun menyelinap dari penampungan, dan mulai berjalan puluhan kilometer untuk kembali ke rumahnya. Keadaan jalan serta cuaca membuat telapak Corbata menipis, ia juga kelaparan serta dehidrasi. Namun perjalanan penuh risiko yang ditempuhnya tak membawa Corbata dalam kebahagiaan, karena sesampainya ia di rumah, Etchepare lalu mengembalikan Corbata ke penampungan. Pemiliknya menganggap kepulangan Corbata bukan bagian dari kesetiaan, melainkan bagian dari kenakalannya.

Sikap pemilik Corbata membuat geram banyak pihak, sehingga ajuan untuk mengadopsi Corbata pun berdatangan. Corbata dianggap tak layak dimiliki oleh seorang seperti Etchepare. Bahkan pihak penampungan pun kecewa, Corbata adalah anjing yang baik. Banyak pemilik anjing menyerah memelihara dengan alasan perilaku anjing mereka menjengkelkan, sehingga banyak anjing kehilangan rumah dan tak diinginkan lagi oleh pemiliknya.

Corbata Immediately after he was spotted in Hospital for his reunion.