Anjing beagle campuran bernama Libby terlihat gembira. Ia berlari di taman, melompat, sesekali bercanda dengan dua anjing lain yang menjadi saudaranya di rumah. Hanya sekali panggil, Libby langsung menghampiri seseorang yang kini ia ketahui sebagai orangtuanya. Mata Libby tampak berbinar mengunyah cemilan dari tangan ibunya. Libby bahagia. Tak ada yang ia kenal saat ini selain kasih sayang keluarganya.

beagle rescued from testing laboratory
suggestedpost.eu

Di rumah Libby memiliki tempat tidur dan selimut sendiri, mangkuk makan sendiri, serta banyak mainan yang dimiliki bersama kedua saudaranya. Meski demikian tak jarang Libby memilih tidur bersama saudaranya, atau merangkak naik ke pangkuan orangtuanya. Libby juga pergi berjalan-jalan, tidak hanya ke taman, tetapi berlibur, belanja, ke rumah kerabat dan banyak tempat yang ia kunjungi. Kehidupan Libby bagaikan mimpi yang dahulu seakan tak mungkin tergapai, tapi kini menjadi kenyataan. Libby memiliki segala yang ia impikan, termasuk nama.

beagle rescued from testing laboratory
suggestedpost.eu

Dahulu, Libby hanya dikenal sebagai anjing dengan tatto telinga bernomor 534120. Hidupnya hanya di dalam kandang. Ketakutan adalah hal yang dirasakannya setiap hari. Libby tak mengerti apapun di luar kandang, selain seseorang membuka kandang, memasangkan tali kekang, kemudian menyeretnya untuk disuntik atau perlakuan lain yang menyakitkan.

Tubuh Libby begitu kurus, jatah makan yang ia terima tak sesuai dengan kebutuhannya. Ia tak memiliki mainan, bahkan sinar matahari pun tak pernah dinikmatinya. Libby adalah satu dari sekian banyak anjing yang menjadi hewan percobaan laboratorium Professional Laboratory and Research Services, Inc. (PLRS), di Carolina Utara. Entah berapa banyak zat kimia bereaksi dalam tubuhnya hanya untuk kepentingan industri.

beagle rescued from testing laboratory
suggestedpost.eu

Semua derita Libby berakhir ketika laboratorium tersebut ditutup 7 tahun lalu, setelah organisasi perlindungan hewan, PETA (People for the Ethical Treatment of Animals), melaporkan penggunaan hewan sebagai bahan eksperimen termasuk tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap hewan di sana. Libby kemudian mengenal Jessica, seorang wanita baik hati yang menjaga dan mengenalkan kasih sayang manusia. Ia juga membawa Libby ke keluarga yang menjadi tumpuan cintanya saat ini. Perlahan Libby beranjak dari mimpi buruk, menuju ke kenyataan indah yang menjadi impian Libby selama ini.

Tahun demi tahun telah berlalu, berjuta kebahagiaan telah dirasakan Libby. Namun belum sepenuhnya alam bawah sadar Libby melupakan segala penderitaan yang pernah ia alami. Hingga saat ini Libby selalu terkejut dan berusaha sembunyi bila mendengar bantingan pintu, seolah ia masih berada di dalam kandang. Demikian pula bila Libby melihat leash atau tali kekang, ketakutan masih muncul seakan seseorang akan menyeret dan menyakitinya seperti dulu. Sabar ya Libby, suatu hari nanti mimpi burukmu akan benar-benar berakhir.

Baca juga. “156 anjing beagle korban eksperimen produk kosmetik dibebaskan, kini mereka bisa merasakan sinar matahari”