Keberadaan seekor anjing berjenis Saint Bernard di sebuah kapal pada masa perang dunia II tak luput menjadi suatu cerita tersendiri. Bamse nama anjing itu, pertama kali dibawa oleh seorang kapten kapal Norwegia ketika sedang berlabuh. Saat waktunya berlayar, sang kapten berniat untuk meninggalkan Bamse. Tanpa disangka, para awak kapal ternyata menyukai Bamse dan mengancam kapten kapal jika meninggalkan anjing tersebut maka mereka tidak akan ikut berlayar.Dalam bahasa Norwegia, Bamse berarti “teddy bear” dan memang kenyataannya Bamse sanggup menimbulkan rasa suka pada siapapun yang bertemu dengannya. Akhirnya Bamse diangkat menjadi awak kapal secara resmi.

Ketika Nazi menduduki Norwegia tahun 1940, kapal tersebut melarikan diri ke daerah Skotlandia. Disana Bamse dikenal oleh seluruh penduduk lokal. Dalam suatu pertempuran, Bamse berada di depan anjungan kapal dengan helm khusus yang dibuat oleh para awak kapal. Aksi heroik lainnya adalah menyelamatkan seorang awak kapal yang terjatuh dimana Bamse langsung terjun ke laut dan menyeretnya agar tidak tenggelam. Dia juga pernah menyelamatkan awak kapal lainnya ketika tersudut oleh seseorang bersenjata pisau lalu Bamse mendorongnya ke laut.

Selain itu, Bamse juga sering mendapat tugas untuk menjemput awak kapal yang sedang hangout di bar dengan cara mengendarai bis sendirian berbekal kartu yang terselip di lehernya untuk membayar. Sebagai anjing yang cinta damai, Bamse pernah melerai perkelahian antara 2 awak kapal dengan cara berdiri diatas kaki belakangnya sambil meletakkan kedua kaki depan diatas pundak masing-masing awak kapal seolah ingin mengatakan bahwa perkelahian itu tak ada gunanya.
Sejak saat itu, Bamse menjadi simbol patriotisme dan diangkat sebagai maskot angkatan laut Norwegia. Salah satu foto yang tak mungkin terlupakan adalah setiap perayaan natal, Bamse selalu didandani ala pelaut lengkap dengan topi menghiasi kepalanya kemudian difoto. Hasil foto tersebut dicetak lalu dikirim ke para keluarga pelaut di Norwegia sebagai kartu ucapan natal.
Pada tahun 1944, Bamse meninggal dunia karena serangan jantung kemudian dimakamkan di Skotlandia dengan upacara militer dimana ratusan orang menghadiri pemakamannya. Setiap 10 tahun sekali angkatan laut Norwegia memperingatinya dengan upacara khusus di patung monumen Bamse.