Berada di tengah hutan selama 9 jam bagi anak berumur 3 tahun tentu sangat menakutkan, apalagi harus melewati malam. Situasi tersebut tentu membuat semua keluarganya panik, dan 300 orang masuk ke dalam hutan untuk menemukan Ryan Mason yang hilang dari rumah.

Diduga Ryan mengikuti sang ayah yang pergi mengendarai mobil, Ryan cilik tak mengerti bila langkah kecilnya tak mampu menyeimbangi kecepatan mobil sang ayah sehingga ia tertinggal jauh di belakang, sementara ayahnya tak menyadari bahwa Ryan membuntuti. Ibu Ryan yang saat itu tak mendapati anaknya tak berada di kamar mulai panik, apalagi ketika mngetahui Ryan pergi tanpa mengenakan alas kaki. Ia pun langsung menghubungi polisi untuk membantu mencari Ryan, warga setempat juga ikut mencari karena khawatiran Ryan memasuki hutan yang tak jauh dari rumahnya di Virginia. Diperkirakan sekitar 300 orang bergerak mencari bocah balita itu.

Perasaan khawatir kian menjadi setelah matahari mulai bergerak turun dan hari mulai gelap, sedangkan jejak Ryan belum juga ditemukan. Menjelang dini hari sayup-sayup terdengar gonggongan anjing, seolah menyadarkan banyak orang bahwa sejak Ryan hilang, anjingnya yang bernama Banjo pun tak ada di rumah. Banjo anjing adopsi yang menjadi sahabat Ryan, mereka sering bermain bersama dan pihak keluarga yakin bahwa Banjo pasti bersama Ryan, dan tak mau meninggalkan Ryan sendirian.

Maka pencarian pun dilakukan dengan mengikuti suara gonggongan sebagai panduan. Sekitar pukul 3 dini hari, Ryan Mason ditemukan, dan benar saja Banjo bersamanya. Ryan mengatakan Banjo terus menemaninya, terkadang ia pergi sebentar namun kembali lagi, dan Banjo menggonggong terus menerus. Sepertinya Banjo pergi untuk mencari pertolongan, tetapi tak mau pergi terlalu jauh karena mengkhawatirkan Ryan. Sayangnya suara gonggongan Banjo baru terdengar di malam hari, namun tak bisa dibayangkan bila tak ada Banjo. Mungkin Ryan belum ditemukan.