Sejak muda, Lily Fardell, wanita yang tinggal di New South Wales Australia memang dikenal sangat murah hati. Ia juga tak pernah mempermasalahkan kondisi perkawinannya yang tak jua memberinya keturunan, Lily malah ikut mendidik dan membesarkan anak-anak dari saudara-saudaranya. Meski Lily tinggal sendirian di sebuah rumah besar sepeninggal suaminya yang meninggal 15 tahun lalu, tapi ia tak pernah menyatakan kesepian. Bahkan di kala memasuki usia senja pun, Lily selalu sibuk dengan kegiatan sosial yang membuat dirinya tak pernah merasa tua.
Di penghujung usia, nenek berumur 96 tahun ini meninggal dunia. Banyak jejak kebaikan yang  ia tinggalkan bagi keluarga serta orang-orang sekitarnya. Apalagi ketika mengetahui surat wasiat Lily yang menginginkan rumah serta semua isinya untuk dijual, dan seluruh hasil penjualan disumbangkan pada Badan Amal St. Vincent de Paul yang berkegiatan membantu para tunawisma. Tak main-main, harga rumah Lily sebesar Rp 29 milyar yang merupakan sumbangan terbesar yang pernah didapat oleh badan amal tersebut.
Lily Fardell telah meninggal namun kebaikannya malah mendunia karena banyak orang yang tergugah dengan kebaikannya lalu menceritakan kebaikan Lily di media sosial dan ramai diberitakan. Kebaikan memang akan selalu lekat dengan sosok seorang yang melakukannya, meskipun ia telah tiada.