Yasuko kehilangan keceriaan setelah ia kehilangan penglihatan akibat komplikasi yang ia derita hingga membuatnya buta dalam waktu hanya sepekan. Ketika itu usia perkawinan Yasuko dan suaminya, Toshiyuki Kuroki, sudah memasuki 30 tahun. Kebahagiaan mereka seolah dihancurkan oleh keadaan buruk yang menimpa Yasuko.

Toshiyuki berusaha menghibur sang istri, namun tak cukup untuk membuatnya kembali ceria seperti dulu. Sampai suatu hari seseorang mengagumi keindangan bunga Shibazakura berwarna pink cerah yang mereka tanam depan rumah, Toshiyuki terinspirasi untuk membangun sebuah taman yang besar untuk dipersembahkan pada istrinya. Tujuan Toshiyuki hanya satu, yakni membuat wanita yang ia cintai ceria kembali.

Membutuhkan 2 tahun bagi Toshiyuki membangun taman impiannya, ia juga berhenti dari pekerjaan lamanya sebagai peternak sapi dan berkonsentrasi penuh menanam bunga Shibazakura yang mekar sepanjang bulan Maret-April. Tanpa terasa kini sudah lebih dari satu dekade taman Toshiyuki dibangun di Kota Shintomi, hasilnya lebih dari 7000 wisatawan mendatangi taman tersebut, terutama di bulan Maret-April.  Namun yang paling membahagiakan bagi Toshiyuki adalah kembali mekarnya senyum Yasuko yang ia dapati sepanjang perjalanan hidupnya sampai saat ini. 

Meski Yasuko hanya bisa meraba bunga-bunga yang ditanam sang suami, tetapi hatinya dapat melihat ketulusan cinta Toshiyuki padanya yang membuat ia sangat bahagia.