Sulikin adalah Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pekalongan yang membuat tulisan dalam blog pribadinya, berjudul “Muridku Gila”. Murid yang dimaksud Sulikin adalah Fredy Candra, alumnus SMAN 1 Pekalongan tahun 1993. Kegilaan yang dimaksud Sulikin dalam tulisannya pun bukan gila dalam artian sakit jiwa, melainkan sebuah tindakan yang seolah tidak masuk akal. Karena Fredy mengunjunginya di bulan Juli silam, menyatakan niat mengajak semua gurunya di masa lalu untuk berwisata keliling Eropa.

Hasil gambar untuk fredy candra pekalongan
kompas.com

Tidak main-main, Fredy menyiapkan tiket, hotel, uang saku, dan pembuatan paspor. Termasuk layanan medis, juga ketersediaan kursi roda, mengingat para guru Fredy telah lanjut usia. Tak hanya guru-guru di SMA saja, tetapi guru di SMP Negeri 1 Pekalongan dan SD Sampangan, dimana dahulu Fredy bersekolah, semua ikut plesiran ke luar negeri! Seperti mimpi, namun memang nyata, 65 manta guru Fredy benar-benar berwisata dengan tema “Fredy and the teachers”. Sayangnya Fredy tidak bisa menyertai, hanya mengantar dan menjemput di bandara Soekarno Hatta. Tujuan wisata pun disesuaikan ke Singapura dan Malaysia, karena Eropa terlalu jauh bagi guru-guru Fredy yang berusia lanjut. Namun Fredy selalu berpesan pada biro perjalanannya agar memberikan layanan terbaik bagi orang-orang yang dahulu sangat berjasa padanya.

Hasil gambar untuk fredy candra pekalongan
tribunnews.com

Saat pertemuan dengan Sulikin, Fredy pernah berkisah saat dirinya mengalami kecelakaan dan koma di masa SMA. Ketika itu ia bermimpi dijenguk oleh semua gurunya, maka saat terbangun, Fredy bernazar untuk mengajak guru-gurunya berlibur ke luar negeri suatu hari nanti. Fredy yang diketahui sebagai pengusaha kabel fiber optik itu benar-benar memenuhi nazarnya.

Hasil gambar untuk fredy candra pekalongan
vltrends.com

Bagi Sulikin dan para guru lainnya, sosok Fredy merupakan murid yang langka di jaman sekarang. Ia begitu menghormati guru-gurunya sampai saat ini. Tidak hanya menyalami dan memeluk para gurunya saat bertemu, tak jarang Fredy juga memijati mereka. Fredy sadar betul jika orang-orang yang mendidiknya di sekolah sudah tidak muda lagi. Doa para guru Fredy Candra akan selalu menyertai langkahnya hingga kapanpun.

facebook.com/fredy.candra.75