Berasal dari keluarga berdarah India dengan kondisi keuangan yang relatif biasa-biasa saja. Namun, kecerdasan Sushma Verma (15) berhasil menaikan derajat keluarganya yang sederhana. Bagaimana tidak? Pada usianya yang belum mencapai 17 tahun, Verma sudah berhasil melesaikan pendidikan S2 dengan gelar terbaik.

Selanjutnya, Verma akan terus melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, S3. Harapannya tersebut akan segera terpenuhi karena Verma berhasil mengamankan posisinya sebagai lulusan terbaik peringkat tujuh di University Research Entrance Test yang melakukan penelitian bidang mikrobiologi lingkungan. Prestasi Verma  yang cemerlang juga membuahkan beasiswa kuliah S3 di Babasaheb Bhimrao Ambedkar University, Lucknow, India. Selain biaya pendidikan, beasiswa yang diperoleh Verma mencakup biaya rumah tinggal dan uang saku selama menyelesaikan kuliah untuk mendapatkan gelar PhD.

“Saya sangat bahagia dengan pencapaian ini. Semuanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Berada pada posisi ini sangat membanggakan. Saya berutang banyak pada Prof RC Sobti. Dia adalah vice chancellor di kampus, dia percaya pada saya dan  mendukung saya hingga berprestasi seperti sekarang,” jelas Verma.

Pencapaian Verma yang mengagumkan ini, membuat anak perempuan dari ayah yang bekerja sebagai buruh harian dan ibu yang buta huruf ini, menjadi mahasiswi S3 paling muda di India. Pada bulan Juni 2015 kemarin, Verma sudah mulai kuliah S3.

Sebenarnya, potensi dan kemampuan Verma yang luar biasa sudah terlihat semenjak usianya baru tujuh tahun. Kala itu, dirinya sudah terdaftar sebagai siswi termuda untuk program strata satu. Alhasil, Verma berhasil menorehkan namanya pada Limca Book of Records, semacam buku daftar rekor di India.  Lalu, saat usianya mencapai 13 tahun, Verma telah menjadi sarjana S1 paling muda di India.

Kedua orangtua Verma mengaku sangat bersukacita memiliki seorang anak perempuan yang membanggakan dan jenius.

Selain Verma, ternyata kakak lelakinya, Shailendra, juga merupakan anak jenius. Sebab, pada usia 14 tahun, Shailendra berhasil meraih gelar Bachelor of Commerce and Administration. Gelar tersebut membuat Shailendra menjadi sarjana jurusan computer sciencetermuda.

sumber.kompas.com