Dalam sehari sedikitnya terjadi 40 kasus bunuh diri di Korea Selatan, dimana keadaan tersebut tidak hanya memprihatinkan namun juga meresahkan. Karena siapa tahu, esok atau lusa pelakunya datang dari keluarga sendiri.

Banyak cara dilakukan dengan tujuan orang-orang tak lagi menjadikan bunuh diri sebagai solusi atas masalah yang mereka hadapi, dan salah satu cara baru yang menjadi tren saat ini di Korea adalah dibukanya sekolah kematian bernama Seoul Hyowon Healing Center. Terdengar aneh, namun memang yang diajarkan di sekolah tersebut adalah ‘pendidikan’ kematian.

Biasanya orang-orang yang masuk sekolah tersebut mengalami depresi tinggi dan terlintas niat untuk bunuh diri, nah sebelum mereka menjalankan niatnya maka mereka diajak melalui ‘pengalaman’ kematian dan sensasi kematian yang ‘diajarkan’ di sekolah. Seperti mereka harus menulis surat wasiat, berada di sisi peti mati saat ‘belajar’ di kelas, juga masuk peti mati kemudian dikunci dan dikuburkan! Sekolah ini bukan memberi pengalaman kematian yang mengerikan seperti dalam film-film, sehingga membuat mereka takut mati. Namun sekolah mengajarkan mereka untuk menghargai anugrah hidup yang mereka miliki, bahkan justru membangun keinginan untuk hidup lebih lama dan bermanfaat.