Milina Cunning divonis mengalami kebutaan di usia 20 tahunan. Ia sama sekali tidak bisa melihat, namun ternyata Milina tidak kehilangan penglihatannya. Wanita dari Wishaw, Skotlandia, itu sanggup melihat melalui “penglihatan kedua” atau disebut juga ‘penglihatan buta’, atau blindsight. Kemampuan luar biasa Milina hingga kini menjadi obyek penelitian para ahli, diantaranya Jody Culham, seorang ilmuwan, serta Professor Gordon Dutton- orang pertama yang “menemukan” keajaiban Milina.

Kisah bermula ketika Milina datang ke rumah sakit dalam keadaan bisa melihat, lalu mengalami koma selama 52 hari akibat stroke. Hal tersebut yang menyebabkan Milina mengalami kebutaan ketika ia terbangun dari koma dan tak mampu melihat apapun. Segalanya tampak gelap. Tetapi semuanya berubah 6 bulan kemudian. Milina mulai bisa “melihat” warna.

Hasil gambar untuk milina cunning blindsight

Sebagai tunanetra, tentu keadaan itu mencemaskan Milina. Maka ia pun mendatangi Dutton untuk mencari tahu keadaannya. Dutton lalu melakukan serangkaian tes, diantaranya menyuruh Milina untuk melewati tatanan kursi tanpa alat bantu. Saat itu Milina menabrak beberapa kursi, sampai Dutton memintanya untuk berjalan biasa saja. Ajaib, Milina mampu berjalan dengan normal dan melewati kursi-kursi tersebut layaknya orang yang bisa melihat! Culham pun pernah mengetes Milina dengan melemparkan bola pingpong yang dapat ditangkap oleh Milina secara akurat. Sejak itu Milina diyakini memiliki blindsight.

Blindsight merupakan kemampuan otak untuk “melihat” tanpa bantuan indera penglihatan. Ketika seseorang membiarkan alam bawah sadar untuk melakukan sebuah “tugas” maka otak akan melakukannya dengan baik. Meski seseorang mengalami kecatatan indera penglihatan. Kemampuan otak seperti itu sebenarnya dimiliki oleh setiap manusia, namun tak semua orang mampu melatihnya dengan baik. Milina merupakan salah seorang yang dapat melakukannya secara instan setelah ia mampu mengikhlaskan kehilangan penglihatannya.