Wanita asal Prancis yang berusia 26 tahun bernama Emilie dan pasangannya, Xie Donglin yang berusia 2 tahun lebih muda darinya, disebut-sebut melakukan “naked marriage” atau “pernikahan telanjang”, namun bukanlah ketelanjangan dalam arti sebenarnya. Melainkan istilah dimana Xie Donglin sebagai mempelai pria tak memiliki kemapanan materi. Padahal sesuai tradisi di Cina, kemapanan merupakan faktor penting seorang pria untuk mempersunting calon istrinya. Semakin mapan, maka semakin memungkinkan si pria meminang wanita terpandang. Tapi siapa sangka bila Xie Donglin bisa meminang gadis Prancis tanpa memiliki sedikitpun kemapanan? Xie Donglin pun tak pernah memimpikannya, tetapi toh semuanya bisa terjadi. Mereka menikah bulan lalu di Cina.

Awal perjumpaan keduanya, ketika Emilie yang fasih berbahasa Mandarin magang di sebuah hotel di Suzhou, yang letaknya berdekatan dengan sebuah klub golf dimana Xie menjadi pelatih di sana. Mereka berkenalan ketika Emilie mengantarkan tamunya, kemudian mereka pun mulai akrab satu sama lain. Di penghujung waktu, Emilie harus kembali ke Prancis setelah selama 3 tahun menjalani program pertukaran pelajar di Fudan Univeristy dan menyelesaikan masa magangnya, saat itu ia menunjukan ketertarikannya pada Xie. Secara terang-terangan Emilie menyatakan ia tak akan kembali ke Cina, bila Xie tak memiliki perasaan sama dengannya.

Rupanya Xie selama ini menyimpan rasa cinta pada Emilie, namun tak berani mengungkapkan karena ia memiliki kemapanan. Di Cina, seorang pria tanpa memiliki mobil, rumah dan materi yang mumpuni sering kali tak percaya diri untuk mempersunting wanita. Namun ternyata Emilie tak menginginkan semua itu, ia hanya meminta Xie memberinya seekor kucing yang dianggap lebih berharga dari segala gemerlap materi. Bahkan kedua orang tua Emilie tak berkeberatan dengan keputusan sang anak. Bagaikan kisah dalam dongeng, Emilie dan Xie Donglin pun tak lama kemudian menikah dengan restu kedua orang tua mereka. They live happily ever after 🙂