Mhonbeni Ezung tinggal di India, gadis kecil berumur 8 tahun itu tidak pernah menyangka ia akan mendapatkan penghargaan berupa National Bravery Award dari pemerintah India. Lagi pula, ia menjadi orang paling muda yang mendapat tanda jasa yang diberikan langsung oleh perdana menteri India sebagai penghargaan atas keberaniannya.

Dari pengakuan Ezung, sebenarnya keberanian yang ia miliki saat itu berasal dari rasa sayangnya terhadap sang nenek. Sehingga tak terlintas apapun dibenak Ezung selain menyelamatkan neneknya yang berumur 78 tahun itu. Kejadiannya adalah ketika Ezung berkunjung ke rumah sang nenek, Renthunglo Jungi, di desa Chudi, kabupaten Wokha. Jungi mengajak Ezung memancing di sungai Aunga Hayi, namun di tengah mereka sedang bersenang-senang di sana tiba-tiba Jungi mengalami kram, disusul serangan jantung.
Melihat keadaan tersebut, Ezung langsung berinisiatif untuk mencari pertolongan. Secara logika, tak mungkin Ezung bisa selamat, apalagi menyelamatkan sang nenek. Pasalnya pertolongan terdekat berada sekitar 4-5 km dari lokasi, dan Ezung harus melintasi hutan lebat yang sangat memungkinkan ia tersesat. Namun keberanian Ezung mengalahkan semua itu, ia sanggup berlari menempuh jarak yang jauh, serta membawa pertolongan bagi sang nenek. Berkat Ezung, Jungi selamat. Dan penghargaan yang diterimanya diharapkan menjadi motivasi setiap orang untuk memiliki keberanian seperti Ezung, keberanian yang didasari rasa cinta kasih.