Kejadian langka terjadi di New York, ketika Yiru Sun tak membatalkan pesta resepsi pernikahannya padahal ia batal menikah. Yang biasaya terjadi, pasangan yang gagal menikah akan otomatis membatalkan juga segala sesuatunya, termasuk acara resepsi. Namun tidak demikian dengan wanita lulusan Universitas Princeton ini. Ia malah bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Salvation Army dan Inwood House untuk mengundang puluhan anak miskin datang di hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan Yiru. Namun kemudian menjadi hari suka cita bagi anak-anak miskin, dan tetap menjadi hari bahagia bagi Yiru. Bahkan Yiru mengenakan gaun yang memang akan dikenakannya di hari tersebut.

Penyebab gagalnya pernikahan Yiru dan pasangannya, karena Yiru menolak menandatangani perjanjian pra nikah antar mereka berdua. Namun tak ayal hal itu membuat Yiru sempat frustasi karena gagal menikah, apalagi ia telah memesan makanan, gedung dan mempersiapkan segalanya. Sampai tiga minggu sebelum hari H, tercetus ide untuk mengundang anak-anak tak mampu dan bersuka cita bersama mereka. Meski untuk itu Yiru mengeluarkan biaya tambahan guna mengubah dekorasi, dari awalnya bernuansa romantis menjadi nuansa kanak-kanak yang lengkap dengan balon. Yiru juga menraktir es krim istimewa bagi anak-anak itu. Putus cinta bukan akhir segalanya bagi Yiru, justru awal kebahagiaan lain dalam hidupnya. Yiru sanggup move on di hari yang sama, dimana seharusnya dia patah hati.