Baba Manio adalah Kepala Suku Polahi yang meninggal sebulan lalu. Suku Polahi hidup terpencil di pedalaman hutan Gorontalo dan minim interaksi dunia luar, jumlah mereka pun sangat kecil, serta terkadang masih hidup berpindah (nomaden). Baba Manio memiliki dua orang istri, yakni Mama Tanio dan Hasimah. Dari Mama Tanio lahir dua orang anak, Babuta dan Laiya. Nah, Babuta inilah yang kemudian mewarisi kepemimpinan ayahnya. Adapun Babuta sudah menikah, istrinya adalah adik tirinya yang lahir dari Hasimah. Tak perlu heran, karena Hasimah pun tak lain adalah saudara Baba Manio.

polahicapture

Untuk orang awam perkawinan dengan ayah, ibu, atau saudara kandung sendiri pasti tak terbayangkan. Namun dengan cara seperti itulah Suku Polahi meneruskan keturunannya. Mereka tak mengerti jika inses atau perkawinan sedarah dilarang secara hukum dan berisiko cacat lahir. Anehnya, keturunan Suku Polahi tak ada yang mengalami kecacatan. Menurut mereka ritual penikahan yang dilakukan dengan siraman air sungai dan pembacaan mantra sudah cukup melindungi mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini, Suku Polahi masih mempertahankan adat dan budaya mereka. Entah bagaimana seorang ayah bisa jatuh cinta pada anaknya sendiri atau sebaliknya, seorang kakak pada adiknya atau sebaliknya, namun begitulah cara hidup Suku Polahi dan kehidupan itu membawa mereka dalam ketenangan serta kedamaian hidup, jauh di pedalaman sana.

Hasil gambar untuk suku polahi