Seorang mahasiswa seni miskin dan berkasta rendah dari India Selatan yang tak tamat kuliah karena tak punya biaya, mencintai Charlotte Von Schedvin, seorang wanita keturunan bangsawan Swedia yang mengunjungi India tahun 1975 dan meminta mahasiswa bernama Mahanandia itu melukis dirinya. Sejak itulah mereka jatuh cinta, dan mulai membina hubungan melalui surat karena Charlotte harus kembali ke negaranya.

Mahanandia terlalu miskin untuk menyusul Charlotte dengan pesawat, maka dengan kekuatan cinta yang dimiliki, setelah 2 tahun berpacaran jarak jauh, Mahanandia menjual semua harta yang ia milliki dan mengendarai sepeda melintasi 8 negara, menempuh jarak 3600 km, serta memakan waktu 4 bulan untuk menjumpai sang kekasih. 

 
Meski banyak pihak meragukan hubungan mereka, namun Charlotte yang bekerja sebagai guru musik sementara Mahanandia menekuni dunia lukisnya, sanggup bertahan dengan cinta mereka. Bahkan akhirnya mereka menikah, tanpa terasa pernikahan mereka sangat harmonis hingga kini telah berjalan lebih dari 40 tahun. Mereka juga dikaruniai 2 orang anak, dan 2 tahun lalu, Mahanandia mendapatkan gelar kehormatan di sebuah universitas di India. Pada 2005 ia malah sempat dinominasikan untuk meraih Nobel Perdamaian.

Sejak dahulu bersama hingga sekarang, keduanya bersepakat untuk mempromosikan budaya suku asli dan menjadi sponsor beasiswa bagi kasta Dalit, yang merupakan kasta rendah di India. Dan yang paling membahagiakan bagi Charlotte dan Mahanandia adalah kisah cinta mereka dapat menjadi harapan bagi banyak orang untuk memiliki kebahagiaan seperti yang mereka rasakan sampai saat ini.