Dari sekian banyak kasus TKI yang teraniaya bekerja di luar negeri, terdapat kisah Siti Musyafaah- pembantu rumah tangga yang bekerja pada seorang majikan di Singapura, Zheng Qingyun. Waktu itu tahun 2010, Siti tak menguasai bahasa Inggris dan tak terbiasa bekerja di luar negeri. Tapi ternyata Zheng beserta tiga orang anaknya membantu Siti beradaptasi, bahkan mereka selalu mengajak Siti makan bersama. Zheng tidak pernah membedakan Siti, sampai Siti dibelikan iPhone yang sama seperti yang ia berikan pada anak lelakinya. Jauh dari kampung halaman, Siti seolah menemukan keluarga baru yang menyayanginya di negeri orang.

Hingga suatu hari Siti yang tengah berlebaran haji menerima kabar Zheng masuk rumah sakit, ia bergegas menemui majikannya yang sengaja tak memberi tahu Siti karena khawatir mengganggu. Sementara Siti malah merasa bertanggung jawab dengan keadaan majikannya, lalu ia tak hanya menemani dan merawat Zheng, tetapi juga memijatnya secara rutin dimana ahli fisioterapi di Singapura pun tak bisa menolong banyak untuk memulihkan kondisi Zheng yang mengalami kelumpuhan.

Ketulusan Siti ternyata berdampak besar bagi kesembuhan sang majikan, perlahan Zheng pulih bahkan bisa berjalan kembali. Sebagai rasa terimakasih ia memberi Siti banyak uang, namun Siti menolak. Karena ia melakukan secara tulus, sama seperti yang dilakukan majikannya selama ini padanya. Hubungan keduanya kini semakin erat, namun Siti tetap menghormati Zheng sebagai majikan yang telah banyak membantunya selama