Kemalangan tak terhindarkan, di usia 17 tahun Jaquie Goncher mengalami kecelakaan saat berenang. Cedera pada tulang belakang membuat Jaquie divonis tak akan bisa berjalan lagi seumur hidupnya. Tak terbayangkan oleh Jaquie untuk menghabiskan waktu di atas kursi roda, sehingga ia begitu frustasi akan keadaan, dan membutuhkan waktu lama untuk Jaquie mampu menerima keadaan dan menemukan kembali semangat serta rasa percaya diri dalam hidupnya.

Waktu berlalu, Jaquie pun semakin dewasa. Rasa percaya diri membawa Jaquie berani untuk menjalani kehidupan, termasuk membina hubungan dengan seorang pria hingga memutuskan untuk menikah. Keputusan yang dibuatnya setahun lalu itupun memberi dampak luar biasa pada diri Jaquie, yakni ia ingin berjalan menuju altar di hari pernikahannya. Padahal selama ini, jangankan berjalan, untuk berdiri pun Jaquie tak sanggup.

Niat dalam diri Jaquie membuahkan semangat besar dan membuatnya pantang menyerah. Jaquie selalu meyakinkan diri bahwa ia mampu dan bisa mewujudkan mimpinya. Usaha Jaquie tak sia-sia, saat menikah ia benar-benar berdiri dan berjalan menuju altar, hingga berdansa dengan suaminya!

Seolah keajaiban, setelah 8 tahun hanya duduk di atas kursi roda, tiba-tiba Jaquie bisa berjalan kembali. Namun bagi Jaquie keajaiban tersebut tidaklah terjadi begitu saja, keajaiban tetap membutuhkan perjuangan untuk membuatnya terjadi, seperti perjuangan dan tekad Jaquie mewujudkan mimpinya.