Sejak berumur 16 tahun, gadis asal Oslo Norwegia bernama Nano ini sudah merasa ada yang salah dalam dirinya. Ia sempat berkonsultasi dengan seorang psikolog yang juga menyatakan bahwa ada ‘pribadi’ lain dalam dirinya. Sebenarnya Nano berat juga mengakui bahwa pribadi lain yang ia rasakan dalam dirinya adalah seekor kucing, namun ia tak kuasa menolak keadaan. Ia malah merasa terlahir dengan spesies yang salah.

Seperti kucing pada umumnya, Nano dapat berkomunikasi dengan mengeong. Ia juga tak terlalu bersahabat dengan air, secara insting ia akan mendesis bila ada anjing mendekati. Penciuman dan penglihatan Nano pun cukup tajam, ia mampu menangkap tikus malam hari. Ia juga bisa mendengar hal-hal yang sering tak didengar orang lain. Tak jarang Nano juga merasa nyaman berjalan merangkak, membersihkan diri dengan tangannya, juga mencakar-cakar. Menurutnya hal itu merupakan naluri yang ia miliki.

Shes seen looking longingly out the window and pawing the wall Nano also claims to enjoy sleeping on the windowsill and in the sink and says she has superior hearing

Nano yang kini berumur 20 tahun pun tak segan mengenakan ekor yang terbuat dari kain, lalu bando seperti telinga kucing agar membuatnya merasa nyaman. Nano merasa beruntung memiliki sahabat bernama Svien yang mampu beradaptasi dengan keadaan Nano, sehingga tak jarang mereka berkomunikasi dengan saling mengeong. Meski dikatakan lama kelamaan Nano akan dapat menjadi manusia seutuhnya, namun yang ia rasakan justru sebaliknya. Kepribadiannya sebagai kucing malah makin terasa, tetapi ia siap jika harus menjadi kucing seumur hidupnya.

Seeing in the dark is no problem for Nano but despite chasing after mice she has never managed to catch one