Saat Emma Sims masih remaja, ibunya sering mengajak Emma belanja sebagai ‘obat penyembuh’ dari bullying
yang diterima Emma di sekolah. Dan sejak itu, belanja menjadi solusi bagi Emma untuk menyelesaikan masalahnya. Ketika perkawinannya bermasalah, Emma pun menyelesaikan kegalauan hatinya dengan belanja. Apalagi belanja online yang setiap transaksi yang dilakukannya tidak terlalu terasa. Bahkan dalam sebulan berbelanja online, Emma bisa menghabiskan uang sebanyak Rp 38 juta lewat kartu kredit. Belanja bisa membuat Emma merasa lebih tenang dan santai.

Sampai akhirnya ia bercerai dengan suaminya di tahun 2011, keadaan Emma pun semakin parah. Ia depresi, dan satu-satunya ‘obat penyembuh’ adalah belanja. Kini ketagihan
belanja yang harus ia tanggung adalah sebesar 40.000 poundsterling
atau sekitar 760 juta rupiah, yang tak terbayar olehnya. Di usia 41 tahun, Emma sedang berusaha untuk sembuh dari
kebiasaan gila belanjanya. Ia juga melakukan proses pengobatan dengan
bantuan seorang terapis. Sekaligus berusaha sekuat tenaga membayar hutang-hutangnya.