Catherine dan Curtis Jr, berumur 14 dan 12 tahun, ketika mereka berdua menembak calon ibu tirinya di tahun 1999. Menurut polisi, rumah tangga keluarga Curtis Jones Sr berjalan harmonis sampai Jones hendak menikah lagi. Catherine dan Curtis disinyalir berkeberatan sehingga nekat mengakhiri hidup kekasih ayahnya dengan menggunakan pistol.

Namun kedua anak itu ketakutan dengan perbuatannya sehingga melarikan diri ke hutan, setelah sebelumnya mengaku pada tetangga dan akhirnya menyerahkan diri pada polisi setempat. Tetapi sayang, tanpa ada pembelaan, bahkan tanpa proses pengadilan yang memadai, keduanya diperlakukan seperti orang dewasa dan dikenai pasal pembunuhan tingkat satu. Catherine dan Curtis pun dijatuhi hukuman penjara selama 18 tahun.

Bertahun-tahun mereka tak mampu menyuarakan apapun, sampai di tahun 2009 Catherine mengungkapkan peristiwa berdarah yang merenggut masa remajanya. Ibu mereka meninggalkan sang ayah, karena Jones sering melakukan kekerasan. Jones juga melarang ibunya membawa serta Catherine dan Curtis. Di pihak lain ternyata sang ibupun tak menginginkan kedua anaknya, karena berdarah campuran. Ibu Catherine dan Curtis memang berkulit putih, sementara ayah mereka berkulit hitam.

Tak hanya itu, Catherine mengaku bahwa ia dan adiknya merupakan korban kekerasan serta pelecehan seksual yang dilakukan saudara mereka, namun sang ayah tak pernah menggubrisnya. Di luar dugaan nama Jones juga tercantum dalam catatan kepolisian sebagai pembunuh dan pelaku kekerasan. Catherine tampaknya tak berbohong, namun tak seorangpun yang tergerak membuka kasusnya dan membela Catherine serta adiknya. Kecuali pria bernama Ramous K Fleming, seorang militer yang bersimpati pada Catherine dan mulai berkorespondensi.

Hubungan Catherine dan Fleming kemudian berlanjut ke jenjang pernikahan, sementara Curtis memutuskan hidupnya menjadi pendeta. Tahun lalu Catherine baru keluar dari penjara, ia merasa sulit beradaptasi dengan lingkungannya saat ini. Ia tak mengenal apapun, bahkan tak bisa menyalakan komputer. Ia benar-benar terisolir selama belasan tahun, namun untungnya ia masih memiliki semangat untuk meneruskan hidup bersama Fleming di sisinya.