Saat terjadi Perang Dunia II, Ernie Andrus merupakan satu dari prajurit Amerika yang bertugas di bagian medis. Ia bertugas di kapal terakhir yang tertulis dalam sejarah Amerika dalam pendaratan di Normandia. Puluhan tahun kemudian, Ernie memiliki niat yang dianggap gila oleh banyak orang, yakni memulangkan kapal tersebut ke Amerika. Terlebih rencana itu tercetus di usia Ernie yang sudah 93 tahun. Meski fisiknya tergerus usia, namun jiwa perjuangan Ernie tidaklah luntur. Maka ia tak ragu untuk berjuang menaklukan jarak dengan cara berlari berkeliling Amerika demi menggalang dana memulangkan kapal yang menjadi kenangan dalam hidupnya.

Ernie memulai perjalanan “gila”nya dari San Diego dan berakhir di St Simon, Georgia, di pesisir timur Amerika. Lebih dari 4000 km jarak yang harus ditempuh oleh Ernie, namun ia berhasil membuktikan bahwa niat dalam dirinya bukanlah omong kosong. Selama 10 bulan akhirnya Ernie berhasil menuntaskan ambisinya.

Bila dirata-rata, dari jarak tempuh Ernie dan waktu yang ia habiskan berarti dalam setiap minggu Ernie berlari sejauh 30km, atau 4,2 km setiap hari. Sungguh merupakan prestasi bagi seorang dengan usia sepertinya. Tak heran warga New York, Arizona, dan beberapa wilayah lain sangat bersimpati padanya hingga meluangkan waktu untuk menyambut Ernie di garis finish. Selanjutnya, Ernie akan menyusuri jalan Alaska sepanjang 3200km namun kali ini Ernie akan mengendarai mobil milik putrinya 🙂