Di umur 14 tahun, sebuah kecelakaan mobil membuat Ji Zhengyong kehilangan satu kaki karena harus diamputasi. Semangat Ji juga ikut hilang pada saat itu, ia bahkan berhenti sekolah dan lebih banyak mengurung diri meratapi keadaan. Berkat dorongan dari keluarga, perlahan Ji kembali bangkit dan bersekolah lagi, bahkan ia bercita-cita menjadi dokter agar kejadian yang menimpa dirinya tak dialami orang lain.

Perubahan dalam diri Ji semakin kentara ketika Ji memutuskan untuk kembali ke desanya di Jianxin, Chongqing, Cina setelah ia lulus dari sekolah kesehatan dengan mengambil jurusan Pengobatan Tradisional Cina, dan menamatkan pendidikan kedokteran di Yuzhou University. Lalu Ji mulai melakukan pekerjaannya sebagai dokter dengan cara mengunjungi rumah-rumah penduduk di desanya dengan berjalan kaki, ditemani sebuah tongkat pengganti sebelah kaki kanannya.
Selfless The general practitioner attends house calls on a daily basis and even treats poorer patients for free

Orang-orang desa menyebut Ji bukan lagi sebagai dokter, namun malaikat. Ji yang kini berusia 36 tahun setulus hati membantu para pasiennya tanpa memungut biaya. Bahkan dalam kondisi cuaca buruk sekalipun, Ji akan tetap mendatangi pasien bila ia dibutuhkan. Ji benar-benar mengabdikan diri atas apa yang ia cita-citakan, dan ia ingin terus menimba ilmu agar makin banyak orang yang bisa ditolongnya.

Beloved The good doctor has become something of a local hero for his caring approach to all patients