Tak hanya sungai, namun kerusakan lingkungan bisa terjadi akibat dampak dari cara wanita di Iran berpakaian. Yang dimaksud pakaian tidak pantas adalah bila wanita mengenakan kerudung secara asal tak menutupi seluruh rambut atau juga mengenakan pakaian terbuka yang tidak islami. Pandangan tersebut disampaikan ulama senior, Seyyed Yousef Tabatni-nejad, di Isfahan. Sang ulama juga menghimbau para polisi moral tak ragu untuk menindak para wanita tersebut, sebagai bentuk menjaga lingkungan.

 

Pernyataan sang ulama mengacu pada kekeringan yang dialami Sungai Zayandeh-rud, dimana lokasi tersebut sering digunakan para wanita berfoto. Selain pakaian, perilaku wanita di Iran pun menjadi perhatian untuk menghindari dampak buruk lainnya yang mungkin timbul. Para wanita Iran dilarang mendengarkan lagu terlampau keras, atau perilaku lainnya yang tak mencerminkan keislaman.

Namun ternyata anggota Dewan Nasional Perlawanan Iran, Afchine Alavim, justru mengecam pernyataan Seyyed yang mendiskreditkan wanita dengan menyalahkan cara berpakaian dan perilaku mereka atas segala kerusakan lingkungan yang terjadi. Afchine menganggap teori tersebut mengacu pada kebencian terhadap kaum wanita. Meski Afchine juga menghimbau wanita berpakaian pantas sesuai budaya Islam di Iran, namun ia menolak jika wanita dituduh atas sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya.

  • Ardy Herlambang

    Ngaco! Ulama keblinger

    • Galih Sofyan aji

      dasar kafir….kalo ga seneng ga usah liat lagian ini buadaya islam