Budaya patriarki menjadi pemicu tingginya kejahatan terhadap perempuan di Hayana India. Hampir 9.000 kasus terjadi selama setahun di sana, baik perkosaan maupun kekerasan dalam rumah tangga. Agar para korban tidak segan melapor dan merasa terlindungi, maka di 21 distrik wilayah tersebut dibuat kantor polisi yang semua stafnya perempuan dan hanya melayani perempuan, bahkan sopir dan tukang kebun pun perempuan. Kalaupun ada dua inspektur laki-laki yang diaktifkan, hanya diberlakukan jika ada panggilan dan itupun ditugaskan untuk menyertai polisi perempuan bila ada keadaan darurat di malam hari. 

Di dunia, hanya India yang memiliki kantor polisi seperti ini. Namun terbukti setelah resmi beroperasi, banyak perempuan datang ke sana untuk mengadukan kasus yang mereka alami. Mudah-mudahan saja benar-benar bisa membantu masyarakat, khususnya kaum hawa untuk mendapat keadilan ya.