Tak seorang wanita pun menginginkan terjadinya perceraian dalam perkawinan, begitu pula Kelley Lewis. Namun ketidakcocokan dengan sang suami membuat Kelley harus berpisah 4 tahun lalu, dan bersiap hidup bersama ketiga anaknya.  Tanpa rumah. Kelley pun hanya memiliki sedikit uang untuk membeli rumah, dan bila itu dilakukannya maka ia akan kehilangan uang untuk hidup mereka sehari-hari. Tetapi Kelley tak menyerah begitu saja, keadaan tersebut justru menjadi motivasi baginya.

Kelley kemudian membeli sebuah lahan di pinggiran kota agar mendapatkan harga murah. Lalu ia pun mulai menghitung dana pembuatan rumah sederhana. Diantaranya dengan mendesain rumah sendiri, dan meminta bantuan tukang bangunan hanya untuk menangangi pekerjaan yang sulit. Selebihnya hanya dirinya yang bekerja untuk mewujudkan gambar rumah hasil corat coretnya menjadi nyata.

Konsep rumah Kelley adalah ‘back to nature’, menyesuaikan dengan keadaan sekitar rumah. Hingga kini rumah buatannya berdiri kokoh dan menjadi tempat tinggal bagi Kelley dan anak-anaknya. Rumah tersebut merupakan simbol dirinya sendiri yang harus kuat menjadi seorang orang tua tunggal demi anak-anaknya. Kelley mengaku awalnya sempat ragu bahwa ia mampu membangun sebuah rumah kayu yang merupakan pengalaman pertama baginya. Namun akhirnya ia membuktikan pada dirinya sendiri, bahwa semangat dan tekad mampu membuat seseorang menyadari kemampuan diri melebihi batas yang dibayangkan sebelumnya.