Kehidupan seorang wanita asal Bojonegoro, Jawa Timur, berubah drastis sejak 6 tahun belakangan. Wanita bernama Musiri itu bisa menyekolahkan kedua anaknya di perguruan tinggi, membangun rumah, membeli motor, membantu keluarga dan orang tuanya di kampung. Padahal sebelumnya, Musiri terlilit hutang sampai tak tahu bagaimana melunasinya. Tapi nasib berkata lain, Musiri yang kini tinggal di London mendapatkan gaji fantastis, yakni 1.800 poundsterling atau sekitar Rp 35 juta per bulan. Pendapatan Musiri bahkan lebih tinggi dibanding upah standar nasional Inggris 1.152 poundsterling per bulan.

Pekerjaan Musiri adalah pembantu rumah tangga. Ia sudah lama melakoni pekerjaan tersebut sejak berada di Mesir dengan gaji Rp 2.1 juta per bulan, lalu ia pindah ke Inggris mengikuti majikannya. Namun Musiri menginginkan kehidupan lebih baik, maka setelah dua tahun di Inggris bersama majikannya yang seorang dokter, Musiri keluar dan mencari majikan baru di tahun 2010.

Tak lama kemudian ia bertemu seorang kaya turunan Lebanon dengan rumah mewah menghadap Sungai Thames, London, Musiri diterima bekerja di sana hingga saat ini. Dan semua masalah keuangan keluarganya di kampung beres sudah. Musiri bahagia, dan merasa hidup lebih tenang tanpa hutang serta memiliki tabungan. Bahkan tahun depan ia berencana membeli mobil untuk pulang-pergi ke tempat kerja. Bukan main!

Dari penelitian yang pernah dilakukan Migrant Care, para buruh migran seperti Musiri memegang peran penting dalam pembangunan Indonesia. Dimana anak-anak mereka jadi bisa memiliki pendidikan tinggi, juga membangun kampung halaman mereka. Namun tak dapat dielakan juga diantara kisah sukses para TKI sebagai pembantu rumah tangga, terselip juga beberapa kisah pilu yang mengenaskan.